mr

November 19, 2006 mentoringisc

MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu .Sebagai contoh; membangun sebuah rumah tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahuan yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan.Demikian pula membangun manusia dengan proses tarbiyah membutuhkan murobbi-murobbi profesional. Proses tarbiyah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah ,karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan memformatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah,bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus ,latarbelakang ilmiah yang yang memadai,kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi,dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih ,yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah],pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[at-taujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif]. FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi, seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151,Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT. Berfirman; Artinya; ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, membersihkan jiwa-jiwa kamu, mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”. Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu; 1. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. [yatlu ‘alaikum ayatina] 3. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu; a. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. b. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c. Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas,karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. Artinya; “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai ; 1. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. 2. Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3. Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut ; 1. Memiliki ilmu. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan,diantaranya; a. Ilmu syar’i; salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca,membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmu-ilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. b. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. c. Psikologi, seperti karakter manusia sesuai dengai usianya;anak-anak,remaja,dan orang dewasa, tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan,akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. d. Mengetahui kesiapan, kemampuan dan potensi mutarobbi, dalam hal ini Rasul SAW. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi, potensi, kesiapan dan kemampuan mutarobb, sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya ; ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah,dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri ,kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”.[H.R.Muslim]. e. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal, karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi], pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. 2. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi; dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi, terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima,oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi, tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan, pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya. Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi. 3. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki; banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya,karenanya ia tidak dapat mentarbiah ,walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan, moralitas, mentalitas dan emosional, akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah, seminar, dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara,kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik, tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain. 4. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah]; kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini,ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial,dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan, akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu, khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan, jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. 5. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah]; proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan.Murobbi mengevaluasi dirinya, manhaj, sarana, media, metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral. 6. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim]; taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri ,murobbi harus melakukan penilaian terhadap ; a. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya,agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. b. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya. c. Menilai program ,tugas dankendala serta solusinya . d. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku,bukan kesan pribadi atua emosional. 7. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah]. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya , bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati , apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa. Allah SWT.telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka ,sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu,karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad ,maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’.

Entry Filed under: Blogroll, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

  • November 2006
    M T W T F S S
         
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Blog Stats

    • 5,721 hits
  • Recent Comments

    DJ Ortega on Hello world!
    how deep is your lov… on Hello world!
    best blender on Hello world!
    living room rugs on Hello world!
    video marketing on Hello world!
  • Top Posts

  • Meta

  • Archives

  • Categories

  • Pages

  •  
    %d bloggers like this: